Jumat, 27 Agustus 2010

Reproduksi Organ











 
Suatu kenyataan bahwa tak ada satupun individu organisme yang hidup terus menerus  tanpa batas, semua akan mengalami kematian. Suatu kenyataan pula bahwa salah satu ciri makhluk hidup adalah berkembang biak (reproduksi). Tak ada satupun organisme  yang tidak ingin bertahan hidup didunia ini, semua organisme ingin hidup, semua berjuang untuk tetap lestari. Oleh karena itu, semua individu ingin mempunyai keturunan untuk melestarikan sifat dan eksistensinya. Untuk maksud dan tujuan inilah organisme berkembang biak.
Perkembangbiakan adalah suatu cara organisme menghasilkan individu baru yang memiliki sifat atau ciri-ciri sama atau menyerupai induknya untuk mempertahankan kelestarian jenisnya.
Secara umum, suatu organisme dapat berkembang biak apabila telah mencapai taraf kedewasaan. Pada saat itulah alat perkembangbiakan telah siap untuk berreproduksi. Perkembangbiakan organisme dapat digolongkan menjadi dua , yaitu perkembang biakan secara vegetatif (aseksual) dan generatif (seksual).
Perkembangbiakan secara vegetatif adalah cara reproduksi yang tidak melalui fertilisasi atau peleburan sel kelamin(gamet), cara reproduksi tersebut hanya melibatkan satu induk (biasanya induk betina) dan menghasilkan keturunan yang secara genetis identik dengan induknya. Sedangkan perkembangbiakan secara generatif adalah perkembangbiakan melalui peleburan gamet-gamet atau peleburan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina...Salah satu ciri penting dari reproduksi generatifl adalah keturunan yang dihasilkan secara genetis tidak identik dengan induknya.                
Rounded Rectangle: Indikator

v Mendeskripsikan alat dan cara  perkembangbiakan pada tumbuhan dan hewan
v Menjelaskan pentingnya peran perkembangbiakan bagi tumbuhan dan hewan                          



A. Perkembangbiakan vegetatif 


 
Perkembangbiakan vegetatif mencakup tujuh macam yaitu pembelahan diri, fragmentasi, pertunasan, pembentukanspora, pembentukanklon, partheno-genesis,  dan perbanyakan vegetatif.
1).  Pembelahan Diri (Splitting/Fission)
Pembelahan diri adalah cara perkembangbiakan dengan jalan membagi diri menjadi dua bagian yang sama atau lebih. Pembelahan dimulai dari inti kemudian diikuti dengan pembelahan sitoplasma  dan diakhiri dengan pembelahan membran sel..Perkembangbiakan dengan pemebelahan diri terjadi pada organisme satu sel (protista) seperti bakteri dan protozoa.
2). Fragmentasi
Beberapa  jenis organisme melakukan perkembangbiakan vegetatif dengan cara memutus bagian tubuhnya atau melakukan fragmentasi. Potongan tubuh tersebut akhirnya akan membentuk individu baru seperti yang terjadi pada Spirogyra sp.,
3).  Pertunasan (Budding)
Pertunasan ditandai oleh pembentukan tonjolan pada tubuh induk, tonjolan itu terus tumbuh menjadi semacam tunas dan akhirnya membentuk individu baru setelah terpisah dari induknya seperti terjadi pada Hydra sp.
4).  Pembentukan Spora (sporulation)
Sporulasi merupakan proses pembentukan spora atau badan bersel satu yang terpisah dari induknya. Spora tersebut akan tumbuh menjadi individu baru apabila berada pada lingkungan yang mendukung, Organisme yang melakukan sporulasi adalah jamur, lumut dan tumbuhan paku

5). Pembentukan Klon (Cloning)
Klon merupakan sekelombok anakan yang secara genetis identik denan induknya dan merupakan hasil perkembangbiakan vegetatif, pembelahan pada dasarnya merupakan klon. Apabila masing masing sel secara terpisah melakukan pembelahan mitosis terus menerus sehingga tumbuh dan berkembang menjadi organisme sempurna, maka sekumpulan sel anakan tersebut telah berubah menjadi sekelompok klon. Proses pembentukan klon ini dikenal dengan istilah cloning.
6). Partenogenesis
Partenogenesis merupakan peristiwa perkembangan sel kelamin betina menjadi anakan atau individu baru tanpa melalui fertilisasi.Contoh parthenogenesis pada kecoak adalah kecoak betina tak bersayap dan sebaliknya pada lebah menghasilkan lebah jantan.
7). Perbanyakan vegetatif (Vegetatif Propagation)
Propagasi atau perbanyakan vegetatif mencakup permisahan bagian-bagian dari induk tumbuhan yang akan tumbuh menjadi tumbuhan baru tanpa adanya peleburan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina.
Perbanyakan vegetatif alamiah terbagi menjadi 2 :
a.    Reproduksi vegetatif alamiah
b.    Reproduksi vegetatif buatan

Macam macam Reproduksi vegetatif alamiah
1.    Tunas
Calon tumbuhan baru yang tumbuh di ketiak daun atau pada akar didalam tanah
. Contohnya adalah pada pakis haji (cycas rumphii), bamboo (bambosa sp.), pisang (musa sp.,), dan tebu (saccharum officinarum).                                                                                                 
2.       Rizoma (Akar tinggal/Akar rimpang)  
Rizoma merupakan batang dari suatu tanaman yang tumbuh mendatar (horizontal) di dalam tanah. Batang tersebut masih berhubungan dengan tanaman induk dan dari bagian inilah calon individu baru tumbuh dan berkembang,Contohnya adalah lengkuas (Alpina officinarum), jahe (Zingiber officinale)  Kunyit (Curcuma domestica ), kencur (Kaempferia galanga ), dan lidah mertua (Sansiviera sp.). Pada umumnya, rizoma memiliki ciri sebagai berikut :
a).  Bentuk seperti akar, tapi berbuku buku seperti batang
b).  Para setiap buku/ruas terdapat daun yang berubah menjadi sisik
c).  Di setiap ketiak terdapat mata tunas
               
3.    Umbi Lapis
Umbi lapis merupakan merupakan umbi yang berlapis lapis. Dibagian pangkalnya terdapat batang yang sangat pendek  (cakram) dan tunas sebagai calon individu baru (siung). Contohnya adalah bawang merah (allium cepa), bawang putih (allium sativum), bawang daun (allium fistulosum) dan bakung (crinum asiticum).

4.    Umbi Batang
Umbi batang merupakan batang yang menggembung karena berisi cadangan makanan dan pada permukaannya terdapat daun yang berubah menjadi sisik. Pada ketiak sisik terdapat mata tunas sebagai calon individu baru. Contohnya adalah kentang (solanum tuberosum) ubi jalar (ipomoeae batatas), gadung (dioscorea hispida) dan gembili (dioscorea aculata).

5.    Geragih(Stolon)
Geragih merupakan batang yang menjalar di atas permukaan tanah. Jika batang tersebut tertimbun tanah maka akan tumbuh menjadi tanaman baru. Contohny adalah pegagan (centella asiatica) dan arbei. Selain itu ada geragih yang menjalar di bawah permukaan tanah yang disebut stolon, misalnya rumput teki (Cyprus rotundus) dan rumput pantai (spinifex sp.).

6.    Umbi Akar
Umbi akar merupakan akar yang berubah fungsi sebagai penyimpanan cadangan makanan dan hanya tumbuh menjadi individu baru apabila ditanam bersama sedikit batang bertunas. Tunas inilah yang kemudian berubah menjadi individu baru . Contohnya adalah singkong (manihot utilissima) dan dahlia.

7.    Tunas Adventif
Tunas adventif merupakan tunas yang tidak tumbuh di ketiak daun atau ujung batang. Biasanya tunas tersebut tumbuh di bagian akar atau daun. Yang tumbuh diakar disebut tunas akar missalnya kersen (muntingia calabura), sukun (arthocarphus communis), kesemek (disphiros khaki), jambu biji (psidium guajava), dan cemara. Sedangkan byang tumbuh di daun disebut tunas daun  seperti pada tanaman cocor bebek dan begonia

b.    Perbanyakan Vegetatif buatan 
Perbanyakan vegetatif buatan merupaka perkembang biakan secara tidak kawin dengan individu baru yang terbentuk berlangsung dengan adanya bantuan manusia untuk memperoleh individu baru dengan sifat-sifat yang lebih baik dan sesuai yang dikehendaki. Cara perbanyakan vegetataif buatan  misalnya mencangkok, setek, merunduk, penyambungan dan kultur jaringan.

1.    Mencangkok
Mencangkok adalah cara perkembangbiakan tidak kawin buatan dengan jalan menghilangkan sebagian kulit cabang atau batang suatu tanaman sampai hilang kambiumnya dan kemudian ditutup  dengan tanah subur dan ditunggu sampai tumbuh akar. Setelah tumbuh akar, cabang tersebut dipotong dan ditanam sebagai individu baru. Mencangkok bertujuan untuk memperoleh tumbuhan dengan sifat sama seperti induknya.
Pada prinsipnya mencangkok adalah menimbun zat makanan sebagai hasil proses fotosintesis pada bagian yang dicangkok, sedangkan penggunaan tanah yang subur dimaksudkan untuk merangsang pertumbuhan akarnya. Contoh tumbuhan yang dicangkok antara lain mangga (mangifera indica), asam (tamarindus indica) dan jeruk keprok (citrus nobilis).

2.    Setek
Setek adalah cara perkembangbiakan tidak kawin buatan dengan jalan menanam potongan sebagian cabang atau batang suatu tanaman. Bagian tanaman yang di setek harus memiliki mata tunas dan waktu menanam, mata tunas harus ebghadap ke atas. Tanaman yang disetek antara lain (manihot utilissima), beluntas (plucea indica), the (camilia sp.), sirih (piper bitle), dan lada (piper nigrum).

3.    Merunduk
Merunduk adalah cara perkembangbiakan tidak kawin buatan dengan jalan mbengkokkan sebagian cabang atau batang suatu tanaman sampai menyentuh tanah, menahannya dengan kayu bercabang atau tali, menimbunnya dengan tanah, dan ditunggu sampai tumbuh akar (gambar 3.18). Jika akar yang tumbuh sudah cukup banyak, maka cabang atau batang yang dibengkokkan dapat dipotong dari induknya. Contohnya adalah tanaman alamanda (alamanda cathartica), tebu (sacharum offinosum) dan apel (pyrus malus).   
4.    Penyambungan (graftage)
Penyambungan adalah cara perkembangbiakan tidak kawin buatan dengan jalan menggabungkan dua tanaman sejenis. Penyambungan dilakukan dengan cara menempatkan bagian dari suatu tanaman ke bagian tanaman lain sehingga terbentuk kombinasi antar tanaman. Cara tersebut digunakan untuk menggabungkan sifat-safat tanaman yang baik sehingga diperoleh tanaman baru dengan sifat lebih baik. Berdasar bagian tanaman yang di tempatkan atau digabungkan dengan tanaman lain, penyambungan dapat dibedakan yaitu penyambungan (kopulasi/grafting), menempel (okulasi/budding) dan mengenten (menyusukan/enting)
a).  Menyambung (kopulasi/grafting)
Menyambung adalah menggabungkan cabang atau batang tanaman langsung kepada cabang atau batang tanaman lain yang sejenis. Cara tersebut dilakukan dengan memperhatikan kesesuaian ukuran besar kecilnya batang tanaman lain yang akan disambung. Demikian pula terhadap bentuk permukaan batang yang akan disambung. Hal tersebut dimaksudkan agar setelah digabungkan, kambium dari kedua tanaman dapat tepat bertemu dengan rapat sehingga kegagalan dapat di minimalkan (gambar 3.19). Contoh penyambungan dapat dilakukan pada ketela pohon dengan ketela karet  akan menghasilkan umbi ketela pohon yang besar-besar tetapi tidak beracun.
b).  menempel (okulasi/budding)
Menempel adalah menggabungkan batang suatu tanaman dengan kulit yang mengandung tunas dari tanaman lain yang sejenis. Pada waktu melakukan penempelan tunas diusahakan kambium tidak rusak sehingga proses penggabungan lebih cepat.
Bentuk-bentuk sayatan yang dipersiapkan dapat bervariasi sesuai dengan selera, ada yang berbentuk huruf T, segi empat, atau kuli dikelupas memanjang tanpa di kelupas memanjang tanpa dipotong (bentuk forcet). Contoh okulasi mata tunas pohon kelengkeng ditempel pada pohon rambutan menghasilkan tanaman yang disebut leci.
c).  Mengenten (menyusukan/enting)
Mengenten adalah menggabungkan sebagian batang atau cabang suatu tanaman dengan sebagian cabang atau batang dari tanaman sejenis yang keduanya masih hidup. Masing-masing bagian tanaman yang akan disusukan, disayat terlebih dahulu untuk menghilangkan  bagian kulit kedua cabang  yang akan disusukan, ditautkan dan kemudian diikat dengan erat. Sesudah keduanya menyatu, salah satu batang atau cabang dipotong. Contoh mengenten adalah pada tanaman bunga sepatu (Hibiskus rosasinensis) berbunga merah disusukan pada batang atau cabang tanaman kembang sepatu lain yang berwarna putih sehingga dihasilkan tanaman dengan bunga yang merah dan outih sekaligus.
5.    Kultur Jaringan
Kultur jaringan termasuk teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif buatan yang didasarkan pada sifat totipotensi tumbuhan. Totipotensi adalah kemampuan beberapa sel tanaman yang masih dalam proses pertumbuhan untuk membentuk individu tanaman dalam proses kultur jaringan. Dengan kultur jaringan dalam waktu bersamaan dapat diperoleh tanaman dengan jumlah yang banyak.
Kultur jaringan harus dilakukan di tempat yang steril, seperti laboratorium khusus kultur jaringan. Selain tempat, alat dan bahan serta pelaku kultur jaringan harus dalam keadaan steril. Untuk mendukung keberhasilan kultur jaringan , tanaman yang akan dikulturkan berupa tanaman muda yang sedang dalam kondisi tumbuh seperti ujung akar, tunas, atau daun muda.  Jaringan yang diambil dan ditumbuhkan melalui kultur jaringan disebut eksplan.  Pada eksplan itu akan tumbuh jaringan seperti kalus yang dapat ditumbuhkan lagi menjadi tanaman kecil-kecil yang disebut plantet. Plantet dipisahkan dan dikulturkan lagi dalam media padat yang terdiri atas larutan nutrisi, zat pengatur tumbuh, dan agar agar. Setelah plantet membentuk tanaman yang sempurna (gambar 3.22), tanaman dapat dipindahkan dan dipelihara di lahan. Contoh tanaman yang diperbanyak melalui teknik kultur jaringan adalah anggrek, pisang, jati, kelapa hibrida, kentang dan jenis-jenis bunga.

B. Perkembangbiakan generatif 


 
Perkembangbiakan secara generatif akan meningkatkan variasi genetis dalam suatu spesies. Hal ini dikarenakan keturunan hasil reproduksi generatif memiliki sifat-sifat gabungan dari genetic induk jantan dan betina atau terjadi rekomendasi genetic dari kedua induknya. Cara reproduksi generatif terjadi pada semua organisme, mulai dari organisme satu sel sampai dengan tumbuhan berbunga dan hewan vertebrata.
Pada protista atau organisme satu sel memang belum dijumpai alat kelamin, tetapi dianggap mampu melakukan reproduksi generatif/seksual. Reproduksi seksual pada organisme yang belum jelas alat kelaminnya disebut konjugasi, contohnya pada paramaecium sp. Seperti terlihat pada gambar 3.23.
Proses konjugasi dapat dijelaskan sebagai berikut.
Ø  Dua Paramaecium sp. Yang telah dewasa saling mendekat kemudian saling menempel pada bagian mulutnya
Ø  Bagian dinding sel melebur, makronucleous lenyap, sedangkan inti sel yang kecil (mikronucleous) membelah secara mitosis dua kali berturut-turut  sehingga menjadi empat buah mikronucleous dalam setiap paramaecium sp.
Ø  Selanjutnya dari ke empat mikronucleous yang berada didalam tubuh masing-masing paramaecium sp. Tiga diantaranya mengalami degradasi dan lenyap sehingga masing-masing paramaecium sp. Tinggal memiliki satu buah mikronucleous.
Ø  Sebuah mikronucleous yang tersisa kemudian membelah secara mitosis menjadi dua buah inti gamet. Selanjutnya sebuah inti gamet saling bertukaran, sedangkan yang sebuah tetap diam ditempatnya.
Ø  Dua inti gamet melebur sehingga pada masing-masing paramaecium sp. Terbentuk inti zigot
Ø  Kemudian sel-sel itu terpisah, sementara makronucleous yang lama hancur, mikronucleous menjalani beberapa pembelahan mitosis, empat kali dari nucleous anak membentuk makronucleous baru.
    Dua induk bersatu dan dua induk terpisah sehingga aspek perbanyakan belum tampak ada konjugasi ini, tetapi proses yang dilaluinya merupakan inti reproduksi generatif, yaitu terjadinya rekombinasi genetik “keturunan” atau individu baru yang terbentuk tidak sama dengan induknya dan memiliki struktur genetik baru.

1.    Reproduksi generatif pada tumbuhan tingkat rendah
Perkembangbiakan secara generatif pada tumbuhan tingkat rendah dapat terjadi dengan cara konjugasi dan peleburan dua sel gamet. Reproduksi dengan cara konjugasi terjadi pada spyrogyra sp., sedangkan reproduksi dengan cara peleburan dua sel gamet terjadi pada ganggang Ulothix sp. Dan Caulerpa sp.
Pada tumbuhan lumut dan paku, reproduksigeneratif terjadi secara periodic, bergiliran dengan  reproduksi vegetatif. Ingat kembali tentang metagenesis pada tumbuhan lumut dan paku.

2.    Perkembangbiakan generatif pada tumbuhan biji (Spermatophyta)
Perkembangbiakan secara generatif pada tumbuhan biji melalui dua peristiwa penting, yaitu penyerbukan dan pembuahan. Kedua peristiwa itu melibatkan alat perkembangbiakan yang pada tumbuhan yaitu bunga.
a.      Bagian-Bagian Bunga
Setiap Jenis tumbuhan biji memiliki bunga dengan cirri dan sifat bervariasi, seperti pada warna, bentuk, jumlah bagian bunga, dan waktu pematangan alat perkembangbiakannya. Secara umum, bagian bunga dapat digambarkan seperti terlihat pada gambar 3.25. Bunga memiliki alat perkembangbiakan, alat periasan bunga, dasar bunga dan tangkai bunga.

1).  Alat Perkembangbiakan
Alat perkembangbiakan tumbuhan biji terdiri atas putik (pistil)dan benang sari(stamen).
a).      Putik (pistil)
Putik adalah alat kelamin betina karena dalam perkembangannya dapat menghasilkan sel kalamin betina yang disebut sel telur(ovum).Putik terdiri atas tiga bagian,yaitu kepala putik,tangkai putik,dan bakal buah yang didalamnya terdapat satu bakal biji atau lebih bergantung pada jenis tumbuhannya.Didalam satu bakal biji terdapat kandung lembaga dengan beberapa inti yang salah satunya merupakan inti seltelur sebagai sel kelamin betina.Jika sel telur telah dibuahi oleh sel sperma ,maka bakal biji berubah menjadi biji dab siap tumbuh menjadi biji dan siap tumbuh menjadi individu baru. 
 Kepala putik berfungsi sebagai tempat berlangsungnya penyerbukan. Diatas kepala putik terdapat banyak bulu-bulu yang sangat halus dan berlendir sehingga dapat membantu menangkap serbuk sari. Bentuk kepala putik bermacam-macam, ada yang berupa bulatan kecil oval seperti benang dan adapula yang seperti bulu ayam. Tangkai putik ada yang berbentuk tabung atau saluran yang berongga, ada yang panjang, dan adapula yang pendak. Bakal buah merupakan bagian putik terbawah, menggelembung, dan melekat diatas dasar bunga. Letak bakal buah didasar bunga ada yang menumpang, tenggelam, atau setengah tenggelam.
b).      Benang sari (Stamen)
   Benang sari adalah alat kelamin jantan
Benang sari terdiri atas dua bagian
1.    kepala sari
2.    tangkai sari. Kepala sari berfungsi sebagai tempat pembentukan spermatozoid yang dihasilkan oleh serbuk sari. Pada umumnya,sewaktu masih muda,didalam kepala sari terdapat empat ruang serbuk sari. Akan tetapi, setelah dewasa, setiap dua ruang serbuk sari menyatu sehingga didalam kepala sari yang sudah masak hanya terdapat dua ruang serbuk sari. Didalam ruang inilah serbuk sari terbentuk dengan jumlah yang sangat banyak.
Sesuai dengan jenis tumbuhan dan tingkat perkembangannya,bentuk serbuk sari bermacam-macam ada yang oval, bulat, atau bersudut. Demikian pula dengan sifatnya, ada yang permukaanya kasar, berduri, halus, ringan, kering, tetapi adapula yang basah dan lengket .
2).  Alat perhiasan Bunga
Alat perhiasan bunga terdiri atas mahkota bunga (korola) dan kelopak bunga (kaliks).  
a).  Mahkota Bunga (Korola)
   Mahkota bunga atau tajuk bunga tersusun dari bagian serupa daun yang mengeliligi alat perkembangbiakan. Dapat dikatakan pula mahkota berfungsi sebagai alat perhiasan bunga. Pada umumnya, mahkota bunga berwarna-warni dan tersusun teratur sehingga tampak indah. Pada jenis tumbuhan tertentu mempunyai aroma yang khas serta mempunyai kelenjar madu (nektar). Dengan adanya kelengkapan tersebut, mahkota bunga berfungsi untuk menarik perhatian serangga dan hewan lain agar dapat membantu proses penyerbukan.
 Pada waktu bunga masih kuncup, bersama-samadengan kelopak bunga, mahkota bunga berfungsi untuk melindungi putik dan benang sari. Kelopak bunga terdapat pada lingkaran terluar bunga, sedangkan mahkota bunga terdapat pada lingkaran di sebelah dalamnya.
b).  Kelopak Bunga (Kaliks)
    Kelopak bunga terdiri atas beberapa daun kelopak, kecil, kaku, kasar, berjumlah 3, 4, atau 5 helai. Pada umumnya, kelopak bunga berwarna hijau. Adapula yang berwarna merah seperti pada bunga mentega (Nerium olander) dan kembang merak (Caesalpinia pulcherrima).
 Ketika bunga masih kuncup, kelopak bunga menempel pada mahkota bunga dan setelah bunga mekar, kelopak bunga menempel pada dasar bunga.Kelopak bunga berfungsi untuk melindungi bunga pada waktu masih kuncup dan bersama-sama dengan mahkota bunga berfungsi pula sebagai alat perhiasan bunga untuk menarik perhatian serangga dan hewan lain agar dapat membantu proses penyerbukan .
Ketika bunga masih kuncup, kelopak bunga menempel pada mahkota bunga dan setelah bunga mekar, kelopak bunga menempel pada kelopak dasar bunga.Kelopak bunga berfungsi untuk melindungi bunga pada waktu masih kuncup dan bersama-sama dengan mahkota bunga berfungsi pula sebagai alat perhiasan bunga untuk menarik perhatian serangga dan hewan lain agar dapat membantu proses penyerbukan .
Jika kelopak bunga dan mahkota bunga  sulit dibedakan dengan jelas, maka keduanya disebut dengan tanda bunga (perigonium), misalnya pada bunga bakung, bunga gladiol, dan bunga kelapa.
3).  Dasar Bunga (Reseptakulum)
Dasar bunga merupakan bagian terbawah dari bunga dan berbatasan langsung dengan tangkai bunga. Sesuai dengan strukturnya yang cekung dan kokoh, dasar bunga berfungsi sebagai tempat duduk bagi tangkainya.
4).  Tangkai Bunga (Pedikulum)
Tangkai bunga merupakan bagian bunga yang berhubungan langsung dengan batabg atau cabang tanaman. Ada yang panjang, tetapi ada pula yang pendek.

b.      Macam Bunga
Berdasarkan kelengkapan bagian bunga, bunga dibedakan menjadi dua macam yaitu sebagai berikut:
1).  Bunga lengkap adalah bunga yang memiliki seluruh bagian bunga meliputi alat perkembangbiakan, alat perhiasan bunga, dasar bunga dan tangkai bunga. Contohnya adalah bunga sepatu, bunga kupu-kupu, bunga mawar, dan bunga melati.
2).  Bunga tidak lengkap adalah bunga yang tidak memiliki salah satu bagian bunga atau lebih. Contohnya adalah bunga kelapa dan salak.
Berdasarkan kelengkapan alat perkembangbiakan, bunga dibedakan menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut:
1).  Bunga sempurna adalah bunga yang memiliki benang sari dan putik sekaligus. Bunga seperti ini sering disebut juga dengan bunga berkelamin ganda (bunga hermaprodit) sehingga selain dapat menghasilkan sel kelamin jantan juga dapat menghasilkan sel kelamin betina dalam satu tubuh. Contohnya adalah bunga pepaya, bunga kacang panjang, bunga aster, dan bunga padi.
2).  Bunga tidak sempurna bunga yang memiliki benang sari atau putik saja.  Jika hanya memiliki benang sari saja maka disebut bunga jantan karena hanya mampu menghasilkan spermatozoid saja. Contohnya adalah malai pada bunga jagung. Jika bunga memiliki putik saja maka disebut bunga betina karena hanya menghasilkan sel telur saja. Contohnya adalah tongkol pada bunga jagung.
Jika kita melakukan pengamatan terhadap berbagai jenis tumbuhan, maka akan ditemukan dalam satu pohon terdapat alat kelamin jantan dan betina sekaligus. Tumbuhan seperti ini dinamakan tumbuhan berumah satu. Contohnya adalah  jagung, padi dan kelapa.  Ada pula tumbuhan yang dalam satu pohon hanya terdapat satu alat kelamin saja, sedangkan alat kelamin lainnya ada dipohon yang lain. Tumbuhan seperti ini disebut tumbuhan berumah dua. Contohnya adalah salak dan melinjo.

c.      Penyerbukan dan Pembuahan 
Pada tanaman biji, penyerbukan dan pembuahan merupakan proses yang sangat erat kaitannya dan boleh dikatakan tidak dapat dipisahkan. Mengapa demikian?
Biji yang dihasilkan berasal dari bakal biji yang terdapat didalam bakal buah. Bakal biji akan berubah menjadi biji apabila sel telur yang terdapat di dalamnya telah dibuahi oleh spermatozoid yang dihasilkan oleh serbuk sari. Proses pembuahan hanya akan dapat berlangsung apabila didahului oleh proses penyerbukan. 
1).  Penyerbukan
Penyerbukan atau persarian adalah peristiwa sampai atau melekatnya serbuk sari ke kepala putik. Macam penyerbukan dapat dibedakan menjadi dua yaitu
Ø   berdasarkan faktor penyebab sampainya serbuk sari ke kepala putik
Ø   berdasarkan asal serbuk sarinya
Berdasarkan faktor penyebab sampainya serbuk sari ke kepala putik, penyerbukan dapat dibedakan menjadi empat macam yaitu anemogami, hidrogami, zoidogami dan antropogami.
(1).     Anemogami
Anemogami adalah penyerbukan yang diperantarai angin. Contohnya adalah rumput, padi, dan jagung. Ciri-ciri bunga yang proses penyerbukannya dibantu oleh angin antara lain
(a). tidak mempunyai perhiasan bunga atau perhiasan bunga sangat kecil dan sederhana
(b). warna tidak menarik bahkan mirip daun
(c). tangkai bunga panjang sehingga bunga berada jauh diatas daun
(d).kepala putik besar, berbulu dan terentang keluar dari bunga
(e).benang sari panjang dan bergantung sehingga mudah bergoyang jika terkena angin
(f).  serbuk sari sangat banayk, kecil ringan dan kering
(g).tidak mempunyai kelenjar madu
(2).     Hidrogami
Hidrogami adalah penyerbukan dengan perantara air. Pada umumnya hidrogami terjadi pada tumbuhan yang hidup di air, seperti hydrilia sp., kangkung, genjer, ganggang, dan paku air
(3).     Zoidogami
Zoidogami adalah penyerbukan ysng diperantarai hewan. Berdasar jenis hewannya dapat dibedakan menjadi empat sebagai berikut
(a).Entomogami adalah penyerbukan yang diperantarai serangga, misalnya kupu-kupu dan kumbang. Ciri bunga yang penyerbukannya dibantu serangga adalah mempunyai kelenjar madu (nektar), beraroma khas *wangi, harum atau busuk(, mahkota bunga besar dan berwarna mencolok, serbuk sari banyak dan mudah melekat
(b). Ornitogami adalah penyerbukan yang diperantarai oleh burung. Ciri bunga yang dibantu burung adalah mengandung madu atau air, misalnya kembang sepatu dan alamanda
(c). Kiropterogami adalah penyerbukan yang diperantarai kelelawar. Penyerbukan terjadi pada tumbuhan yang bunganya mekar pada malam hari,. Contohnya adalah tumbuhan buah-buahan seperti sawo, jambu dan mangga
(d).Malakogami adalah penyerbukan yang diperantarai oleh siput. Penyerbukan tersebut  jarang terjadi kecuali pada tumbuhan yang banyak mendapat kunjungan dari siput, seperti pisang dan talas.

(4).     Antropogami
Antropogami sering disebut juga dengan penyerbukan sengaja atau buatan yang dilakukan oleh manusia. Hal tersebut terjadi karena di alam tidak ada perantara yang cocok untuk membantu proses penyerbukan. Disamping itu bunga pada jenis tumbuhan tertentu hanya mekar pada saat tertentu dan berlangsung hanya beberapa menit saja. Pada saat ini faktor alam belum dapat berpengaruh secara maksimal sehingga kemungkinan terjadinya penyerbukan menjadi sangat kecil seperti pada tumbuhan vanili
 Berdasarkan serbuk sarinya, penyerbukan juga dapat dibedakan menjadi empat macam yaitu penyerbukan sendiri, penyerbukan tetangga, peneyrbukan silang dan penyerbukan bastar sperti diuraikan sebagai  berikut

(a).Penyerbukan sendiri (Autogami) adalah penyerbukan yang terjadi jika serbuk sari berasal dari bunga sendiri. Penyerbukan tersebut juga sering terjadi pada waktu bunga masih kuncup sehingga disebut kleistogami
(b).Penyerbukan teangga (geitogami)  adalah penyerbukan yang terjadi jika serbuk sari berasal dari bunga lain pada satu pohon
(c). Penyerbukan silang (alogami) adalah penyerbukan yang terjadi jika serbuk sari berasal dari bunga pohon lain yang sejenis
(d).Penyerbukan bastar adalah penyerbukan yang terjadi jika serbuk sari berasal dari bunga pohon lain yang berbeda jenis

Berdasarkan kenyataan dalam kehidupan sehari-hari, terjadinya penyerbukan belum menjamin dapat berlangsung proses pembuahan. Hal ini disebabkan oleh berbagai macam faktor, antara lain buluh serbuk sari belum tentu dapat mencapai sel telur dalam bakal buah yang terletak relatif jauh dari kepala putik. Ada juga serbuk sari yang sedang mengalami pertumbuhan karena sesuatu hal pertumbuhannya terhenti sebelum dapat mencapai sel telur sehingga tidak memungkinkan terjadi pembuahan.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar